|
Written by Jariaman 'J Barus
|
|
Depok, Juma Cyber - Syaloom ras mejuah-juah ibas gelar Tuhan Yesus Kristus.
Ibas tanggal 26 Februari silepas 10 kalak permata depok turing ke pelabuhan ratu. Berkat ras-ras arah GBKP depok nari jam 10, iperkiraken waktu tempuh ku pelabuhan ratu 5 jam. Dalan si ilintasi emekap depok-bogor-jalan raya sukabumi-cikibadak-pelabuhan ratu. Penulis ersepeda-motor si guntur ¼ liter dari Suzuki.
(arah jenda seterusna cakap indonesia nake :))
Kondisi jalan dari depok ke bogor terus ke ciawi relatif bagus. Begitu memasuki jalan raya menuju sukabumi, jalan berlubang menyertai kami. Penyebab utama adalah mobil truck dengan muatan berlebihan. Diperparah dengan volume kendaraan yg ramai menyebabkan kemacetan. Kondisi jalan yang macet membuat siguntur ¼ liter terasa kewalahan dibandingkan motor bebek yang dibawa rekan-rekan permata yang lain.
Jam sudah menunjukkan 12 siang, waktunya makan siang. Tempat perhentian kami adalah lido, dekat pusat pelatihan POLRI. Setelah makan perjalanan berlanjut menyusuri jalan raya sukabumi. Begitu memasuki cikibadak kondisi jalan berubah menjadi jalan berbelok-belok dan naik turun. Kondisi tanjakan yang terjal membuat siguntur ¼ liter lagi-lagi ketinggalan. Salah satu anggota hampir nyerempet kijang innova dijalur cikibadak-pelabuhan ratu yang berbelok-belok. Akhirnya rombongan memutuskan berhenti sejenak untuk memulihkan mental anggota yang jatuh akibat hampir nyerempet. Disinilah perlunya safety riding… jangan ugal-ugalan dijalan… hormati pengguna jalan yang lain.
Perjalanan dilanjutkan dengan kondisi jalan yang menurun… dengan posisi stang siguntur yang lebar, bobot kendaraan yang mantap dan tapak ban yang lebar, bebek akhirnya mengakui ketangguhan siguntur. Dengan berat bebek yang ringan, bebek harus berjalan pelan-pelan untuk jalan menurun. Kesimpulannya siguntur kalah dengan bebek pada saat kondisi jalan macet dan jalan menanjak….
Jam 3 sore rombongan tiba di pelabuhan ratu dengan selamat. Tiba saatnya mencari penginapan. Beberapa saat mencari didapat penginapan dengan harga Rp120 ribu. Apa hendak dikata nasi sudah jadi bubur. Setelah dibayar, tanya sana sini ada penginapan milik orang karo marga bangun (Penginapan Kuliki) dengan penginapan yang menghadap langsung ke laut. (Untuk penghematan bisa bawa tenda sendiri dan makanan sendiri.) Keesokan harinya, jadwal kembali pukul 10 pagi. Tiba saatnya foto-foto untuk dokumentasi. Komposisi rider dari kiri ke kanan (photo paling atas) : 1. Bro Bady 2. Bro Sejahtera 3. Bro Edy(Pake helm) 4. Bro Samuel( dibelakang Bro edy) 5. Bro Rico 6. Bro Reza 7. Bro Chris 8. Bro Enda(penulis) 9. Bro Dika( yang foto) 10. Bro Jefry (dibelakang kamera/juru photo)
Berkibarlah lambang salib kristus di pelabuhan ratu. Cita-cita yang diimpikan penulis selanjutnya adalah "Ride to ground zero GBKP, Jakarta-Buluhawar 2010" yang penulis tuangkan dalam Group di facebook. Bila rencana ini sukses, keliling GBKP se indonesia adalah target besar yang selanjutnya harus tercapai….. Semua ini hanyalah untuk kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus. Mari kita tunjukkan Permata GBKP (anak-anak Yesus) tidak kalah dari anak dunia dalam hal turing.. Bujur, Tuhan Yesus Berkati Kita.
Enda Wista Sinuraya,ST -
This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

 |