|
Written by Jey Charo
|
 Suatu hari seekor keledai milik seorang petani terjatuh ke dalam sumur dan keledai tersebut menangis selama berjam – jam, sementara si petani berpikir keras mengenai apa yang harus dilakukannya. Akhirnya si petani memutuskan sesuatu! Agar tidak ada lagi korban yang jatuh, maka sumur tersebut harus ditutup. Lagi pula keledainya sudah tua dan tidak berharga untuk diselamatkan. Ia meminta seluruh tetangganya untuk membantu menimbun sumur tersebut dengan tanah.
Para penduduk beramai – ramai menyekop tanah dan memasukkannya ke dalam sumur dan pada awalnya keledai menyadari apa yang sedang terjadi. Dan ia menangis ketakutan. Tidak beberapa lama kemudian, suara tangis keledai tidak terdengar lagi. Si petani melihat ke dalam sumur dan ia menyaksikan satu hal yang menakjubkan. Pada setiap sekop tanah yang mengenai tubuhnya, si keledai mengibaskan tubuhnya dan naik di atas tanah timbunan yang baru.
Para penduduk terus memasukkan tanah ke dalam sumur yang mengenai tubuh si keledai. Sementara si keledai pun terus mengibaskan setiap tanah yang mengenai tubuhnya dan naik di atas tanah timbunan baru. Setelah timbunan hampir menutupi sumur dan semua orang merasa takjub melihat si keledai melompat keluar dari tepi sumur dan berlari kecil. |
|
Written by Jey Charo
|
 bahan
1 pria takut Tuhan, 1 wanita takut Tuhan, 100% Komitmen, 2 pasang restu orang tua, 1 botol kasih sayang murni.
bumbu: 20 galon doa, 1 balok besar humor, 25 gr rekreasi, 2 sendok teh telpon-telponan, Semuanya diaduk hingga merata dan mengembang. |
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|
|
Page 1 of 18 |